Suara Pembaharuan Riau: Berita Lapas Gobah Pekanbaru
Tampilkan postingan dengan label Berita Lapas Gobah Pekanbaru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Lapas Gobah Pekanbaru. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Maret 2026

Tanpa Sekat Bangsa dan Agama, Lapas Pekanbaru Berikan Remisi Nyepi 2026 Bagi WNA Asal Malaysia.


PEKANBARU, || Suara Pembaharuan Riau 
Semangat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 membawa kebahagiaan tersendiri di balik jeruji besi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru. Pada hari ini, Kamis (19/03/2026), suasana khidmat menyelimuti prosesi penyerahan Remisi Khusus (RK) Keagamaan Nyepi yang menegaskan bahwa pemenuhan hak narapidana dilakukan secara adil tanpa memandang suku, ras, agama, maupun kewarganegaraan.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Ditjenpas Riau, Maizar, hadir langsung untuk menyerahkan Surat Keputusan (SK) Remisi tersebut. Didampingi oleh Kalapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, penyerahan dilakukan secara simbolis kepada dua orang Warga Binaan yang berstatus Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia.

Kedua warga binaan tersebut adalah Mauandy Thever Gopalakhrisnan dan Selva Kumar Balakarisnan. Keduanya dinilai telah memenuhi syarat substantif dan administratif, serta menunjukkan perubahan perilaku yang signifikan selama menjalani masa pidana di Lapas Pekanbaru. Atas kepatuhan tersebut, masing-masing mendapatkan pengurangan masa hukuman sebesar 2 bulan.

Dalam sambutannya, Kakanwil Ditjenpas Riau, Maizar, menekankan bahwa pemberian remisi merupakan bentuk apresiasi negara terhadap proses transformasi diri warga binaan.

"Pemberian remisi ini adalah wujud nyata bahwa negara hadir memberikan apresiasi bagi setiap warga binaan yang sungguh-sungguh memperbaiki diri. Tidak ada diskriminasi di sini; baik warga negara Indonesia maupun warga negara asing, selama mereka memenuhi syarat dan berkelakuan baik, hak mereka akan kita penuhi. Ini adalah bukti bahwa pembinaan di Lapas Pekanbaru berjalan inklusif tanpa memandang latar belakang bangsa dan agama," tegas Maizar.

Senada dengan hal tersebut, Kalapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, yang turut mendampingi prosesi penyerahan, menyatakan bahwa keberhasilan pembinaan di Lapas tidak lepas dari kemauan warga binaan itu sendiri untuk beradaptasi dengan aturan yang berlaku.

"Hari ini kami mendampingi Bapak Kakanwil memberikan remisi kepada saudara Mauandy dan Selva Kumar yang masing-masing mendapatkan pengurangan masa hukuman sebesar 2 bulan. Kami berharap remisi ini menjadi motivasi, tidak hanya bagi mereka berdua, tetapi bagi seluruh warga binaan lainnya untuk terus menaati aturan dan mengikuti program pembinaan dengan hati yang tulus," ujar Yuniarto.

Suasana haru tampak menyelimuti wajah salah satu penerima remisi, Mauandy Thever Gopalakhrisnan. Baginya, perhatian yang diberikan pihak Lapas Pekanbaru di hari suci Nyepi ini merupakan sebuah kehormatan besar bagi seorang warga asing.

"Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah Indonesia, khususnya pihak Lapas Pekanbaru. Meskipun saya warga negara asing, saya merasa diperlakukan dengan sangat adil dan manusiawi. Remisi ini adalah hadiah besar bagi saya di hari suci Nyepi ini, dan membuat saya semakin semangat untuk menjadi orang yang lebih baik sebelum nanti kembali ke negara asal," ungkapnya dengan nada penuh syukur.

Kegiatan yang berlangsung tertib dan khidmat ini menjadi bukti nyata komitmen Lapas Kelas IIA Pekanbaru dalam menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia (HAM) dan memberikan pelayanan prima tanpa membeda-bedakan golongan, demi mewujudkan sistem pemasyarakatan yang lebih baik dan bermartabat.

Kamis, 12 Maret 2026

Lapas Pekanbaru Klarifikasi Informasi Terkait Warga Binaan Berinisial AW.


Pekanbaru, || Suara Pembaharuan Riau 
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru menegaskan bahwa seorang pria berinisial AW, yang belakangan disebut-sebut dalam pemberitaan terkait kasus narkoba, bukan merupakan warga binaan Lapas Pekanbaru, Jumat (13/03).

Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan penelusuran terhadap informasi yang beredar di sejumlah media daring.

Berdasarkan data yang dimiliki Lapas Pekanbaru, AW tidak tercatat sebagai warga binaan yang sedang menjalani masa pidana di Lapas Pekanbaru.

“AW bukan warga binaan Lapas Pekanbaru. Kami telah melakukan pengecekan terhadap data yang ada dan memastikan bahwa informasi tersebut tidak sesuai dengan kondisi di Lapas saat ini,” ujar Yuniarto.

Ia menjelaskan bahwa pihak Lapas Pekanbaru juga telah berkoordinasi dengan Polresta Pekanbaru guna memastikan kejelasan informasi yang beredar di masyarakat.

Menurutnya, klarifikasi ini penting disampaikan agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan tidak menimbulkan kesalahpahaman terkait kondisi di Lapas Pekanbaru.

Di sisi lain, Lapas Pekanbaru menegaskan komitmennya untuk terus mendukung upaya pemberantasan peredaran narkoba serta penggunaan telepon genggam ilegal di dalam Lapas.

Sejumlah langkah yang dilakukan secara berkelanjutan antara lain:
Melaksanakan razia rutin di blok hunian sebagai langkah pencegahan masuknya barang terlarang.
Memperkuat sistem pengawasan internal di lingkungan lapas.
Meningkatkan koordinasi dengan aparat penegak hukum, termasuk kepolisian dan instansi terkait.

“Upaya pemberantasan narkoba serta pengawasan terhadap barang terlarang di dalam lapas menjadi prioritas kami. Setiap pelanggaran yang ditemukan akan ditindak sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelas Yuniarto.

Melalui klarifikasi ini, Lapas Pekanbaru mengajak masyarakat untuk menyikapi setiap informasi secara bijak serta memastikan kebenaran sumber berita sebelum mempercayai atau menyebarkannya lebih lanjut.

Jumat, 27 Februari 2026

Semangat Berbagi di Bulan Ramadhan, Lapas Pekanbaru Gelar Bakti Sosial.


Pekanbaru, || Suara Pembaharuan Riau 
Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru menggelar kegiatan bakti sosial di area Layanan Kunjungan Lapas Pekanbaru, Sabtu (28/02/2026). 

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan kontribusi nyata Lapas Pekanbaru terhadap masyarakat, khususnya keluarga warga binaan serta masyarakat kurang mampu yang tinggal di sekitar Lapas Pekanbaru, sekaligus sebagai implementasi dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), agar seluruh jajaran Pemasyarakatan senantiasa hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam momentum bulan penuh berkah ini.

Acara diawali dengan sambutan dari Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan bentuk nyata kepedulian jajaran Lapas Pekanbaru terhadap keluarga warga binaan serta masyarakat sekitar yang membutuhkan. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban penerima dan membawa keberkahan bagi semua pihak di bulan Ramadhan.

“Melalui kegiatan bakti sosial ini, kami ingin menegaskan bahwa Pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan warga binaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk hadir dan memberi manfaat bagi masyarakat. Terlebih di bulan Ramadhan, momentum ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk meningkatkan kepedulian dan berbagi kepada sesama. Ini sejalan dengan arah kebijakan Kemenimipas dalam 15 Program Aksi Tahun 2026, yang menekankan pentingnya Pemasyarakatan yang humanis, berdampak, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Yuniarto ketika dimintai keterangan.

Usai menyampaikan sambutan, Yuniarto beserta jajaran langsung membagikan paket sembako kepada para penerima bantuan yang sebelumnya telah didata. Masyarakat penerima bantuan pun menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh kehangatan, mencerminkan semangat kebersamaan serta nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi bagian dari komitmen Pemasyarakatan dalam membangun citra positif dan berintegritas.

Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Pekanbaru berharap dapat mempererat hubungan antara institusi Pemasyarakatan dan masyarakat, sekaligus menegaskan bahwa tugas Pemasyarakatan bukan hanya berfokus pada pembinaan warga binaan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas, khususnya dalam momentum penuh berkah di bulan suci Ramadhan.

Kamis, 26 Februari 2026

Kunjungan Letjen TNI Iwan Setiawan Jadi Momentum Penguatan Sinergi TNI dan Lapas Pekanbaru.


Pekanbaru, || Suara Pembaharuan Riau 
Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif) TNI Angkatan Darat, Iwan Setiawan, melaksanakan kunjungan kerja ke Lapas Kelas IIA Pekanbaru. Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Kepala Lapas Pekanbaru, Yuniarto, beserta jajaran pejabat struktural dan petugas pemasyarakatan, Jumat (27/02/2026).

Kegiatan penyambutan berlangsung hangat dan penuh keakraban, diawali dengan ramah tamah serta dilanjutkan dengan peninjauan sejumlah fasilitas pembinaan di dalam Lapas. Komandan Pussenif meninjau area pembinaan kemandirian dan keterampilan warga binaan sebagai bagian dari upaya pembinaan berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Letjen TNI Iwan Setiawan menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan pembinaan di Lapas Pekanbaru. Ia menilai program pembinaan yang dilaksanakan telah berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi warga binaan.

“Kami sangat mengapresiasi berbagai program pembinaan yang telah dilaksanakan di Lapas Pekanbaru. Ini merupakan bentuk komitmen yang sangat baik dalam membina warga binaan agar memiliki kesiapan mental, keterampilan, dan disiplin saat kembali ke masyarakat,” ujar Iwan Setiawan.

Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara jajaran TNI Angkatan Darat dengan lembaga pemasyarakatan dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendukung pembinaan sumber daya manusia.

“Kami berharap sinergi yang telah terjalin dengan baik ini dapat terus ditingkatkan, sehingga bersama-sama kita dapat menjaga keamanan, ketertiban, serta mendukung pembinaan warga binaan secara optimal,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Pekanbaru, Yuniarto, menyampaikan rasa hormat dan terima kasih atas kunjungan Komandan Pussenif TNI AD beserta rombongan ke Lapas Pekanbaru.

“Kunjungan ini merupakan suatu kehormatan dan motivasi bagi kami seluruh jajaran Lapas Pekanbaru. Dukungan dan perhatian dari TNI Angkatan Darat menjadi semangat bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja, khususnya dalam memberikan pembinaan terbaik kepada warga binaan,” ungkap Yuniarto.

Ia juga berharap kunjungan tersebut dapat semakin memperkuat koordinasi dan kerja sama antarinstansi dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif.
Kegiatan kunjungan kerja ini diharapkan menjadi momentum untuk mempererat hubungan kelembagaan serta meningkatkan kolaborasi antara TNI dan lembaga pemasyarakatan, khususnya dalam mendukung pembinaan dan menjaga stabilitas keamanan di wilayah Pekanbaru.

Wujudkan Pemasyarakatan Berdampak, Kepala Lapas Pekanbaru Hadiri Penandatanganan MoU Kanwil Ditjenpas Riau dengan Pemkab Kepulauan Meranti.


Pekanbaru, || Suara Pembaharuan Riau 
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, menghadiri kegiatan Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Riau dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti yang dilaksanakan pada Kamis (26/02). Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi antara jajaran pemasyarakatan dan pemerintah daerah guna mendukung pelaksanaan pembinaan yang berdampak dan berkelanjutan.

Penandatanganan Nota Kesepahaman dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Riau, Maizar, bersama Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, AKBP (Purn.) H. Asmar, serta disaksikan oleh jajaran pejabat manajerial dan para Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan, termasuk Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru.

Kehadiran Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap upaya memperluas kolaborasi pembinaan dan pemberdayaan warga binaan. Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama yang ditandatangani mencakup berbagai sektor, diantaranya pendidikan, ketahanan pangan dan pertanian, serta bidang sosial, yang diharapkan mampu memperkuat program pembinaan berbasis potensi daerah.

Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan, diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, dilanjutkan dengan prosesi penandatanganan dan sesi foto bersama. Sinergi ini diharapkan dapat menjadi landasan kuat dalam menciptakan program pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan pidana, tetapi juga pada pembentukan kemandirian dan kesiapan warga binaan untuk kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat.

Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Pekanbaru berkomitmen untuk terus mendukung program pemasyarakatan yang adaptif, kolaboratif, dan memberikan manfaat nyata bagi warga binaan serta masyarakat luas.

Rabu, 25 Februari 2026

Pesantren Kilat Ramadhan Resmi Dibuka, 100 Warga Binaan Lapas Pekanbaru Antusias Ambil Bagian.


Pekanbaru, || Suara Pembaharuan Riau 
Dalam rangka mengisi dan memaknai Bulan Suci Ramadhan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru melaksanakan pembukaan kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan bagi warga binaan, yang digelar di Masjid At-Taubah Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Kamis (26/02/2026).

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik, Angki Setyo Andrianto, dan diikuti oleh 100 orang warga binaan. Pesantren kilat Ramadhan ini merupakan salah satu program pembinaan kepribadian di bidang keagamaan yang bertujuan untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta membentuk karakter dan akhlak warga binaan selama menjalani masa pembinaan.

Dalam sambutannya, Kasi BInadik Lapas Pekanbaru, menyampaikan bahwa pesantren kilat menjadi sarana pembinaan mental dan spiritual bagi warga binaan, khususnya di Bulan Suci Ramadhan.

“Kami berharap melalui Pesantren Kilat Ramadan ini, warga binaan memanfaatkan momentum Ramadhan untuk meningkatkan keimanan, memperbaiki akhlak, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke masyarakat,” harapnya.

Adapun materi yang diberikan dalam kegiatan pesantren kilat Ramadhan ini meliputi tujuh program utama, yaitu pembelajaran Tauhid, Akidah, Tahsin Al-Qur’an, penyelenggaraan jenazah, adab dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari, praktik ibadah meliputi wudhu dan pelaksanaan sholat lima waktu, serta pengenalan huruf hijaiyah bagi warga binaan yang masih dalam tahap dasar membaca Al-Qur’an.

Melalui kegiatan pesantren kilat Ramadhan ini, Lapas Kelas IIA Pekanbaru berharap warga binaan dapat memanfaatkan momentum Ramadhan sebagai sarana introspeksi diri dan pembentukan karakter positif, sehingga mampu membawa perubahan sikap dan perilaku yang lebih baik saat kembali ke tengah masyarakat.