SIARAN PERS.
PEKANBARU, || Suara Pembaharuan Riau
Jumat 11 September 2026 Harapan warga RT 03 RW 01 Kelurahan Palas, Jalan Purnama, Kota Pekanbaru untuk mendapatkan perencanaan perbaikan jalan melalui Program Walikota Agung Nugroho 100 Juta/RW" pupus di tengah jalan.
Usulan perbaikan Jalan Purnama yang diajukan Ketua RT Hendry Dunan Harahap sudah melalui tahap survei dan pengukuran oleh tim dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Perkim Kota Pekanbaru. Namun hasilnya mengecewakan.
Berdasarkan informasi dari Kelurahan Palas, usulan tersebut tidak bisa direalisasikan karena kesalahan teknis.
Kami bertanya, apa maksud dari kesalahan teknis itu?Sampai hari ini belum ada penjelasan rinci kepada warga,” ujar perwakilan warga RT 03 RW 01.
Dalam konferensi pers yang diinisiasi warga, Tim APJI Asosiasi Profesional Jurnalis Indonesia hadir untuk mengawal aspirasi masyarakat.
Hasil konfirmasi tim APJI kepada Lurah Palas, Rizky melalui WhatsApp dengan nomor 08217146XXXX "kesalahan teknis tersebut terjadi karena hasil survei lapangan dari Instansi Perkim menunjukkan anggaran untuk semenisasi penuh Jalan Purnama melebihi kapasitas 100 juta. Dan keluar warna merah sebagai bentuk tidak terlaksana pembangunan sehingga anggaran itu dikembalikan ke RW untuk dimusyawarahkan dan akhirnya dialihkan perencanaan pembangunan drainase di Gang Satria RT 02 RW 01,
TUNTUTAN WARGA: JANGAN DIALIHKAN, CARI SOLUSI.
Warga RT 03 RW 01 menegaskan mereka tidak menolak program, tapi menolak pengalihan. Yang mereka butuhkan adalah solusi nyata untuk Jalan Purnama.
Harapan kami usulan pertama tetap terlaksana. Perbaikan Jalan Purnama RT 03 RW 01 harus jalan, tegas warga.
Hal senada disampaikan Ketua Lembaga Investigasi Negara, Toni Supriyadi yang hadir di lokasi.
Kalau anggaran 100 juta tidak cukup untuk semenisasi full, ya jangan dialihkan. Paling tidak lakukan perbaikan di titik-titik kerusakan berat di Jalan Purnama. Masyarakat sudah banyak jadi korban. Ada yang jatuh sendiri karena lubang tertutup air. Ada juga yang jatuh saat berpapasan dan menghindar lubang. Ini membahayakan, ungkap Toni.
Menurut Toni, Program 100 Juta/RW adalah harapan besar masyarakat agar tidak lagi menunggu Musrembang yang belum jelas kapan anggaran turun ke Jalan Purnama RT 03 RW 01 kelurahan Palas Pekanbaru.
Apa yang sudah direncanakan jangan dirubah. Kalau memang tidak cukup, kerjakan bertahap. Yang rusak berat didahulukan. Jangan sampai program baik Walikota Agung Nugroho ini justru menimbulkan kekecewaan di bawah, tutup Toni.
Warga RT 03 RW 01 Kelurahan Palas berharap Pemerintah Kota Pekanbaru dan Dinas Perkim segera memberikan solusi konkret. Jangan sampai niat baik program pro-rakyat justru berhenti karena alasan teknis di atas kertas.
(Tim Assosiasi Profesional Jurnalis Indonesia (APJI) DPD Provinsi Riau.)